; Catatan Kita: Cerita Misteri Ritual Pesugihan Burung Gagak

Tuesday, April 23, 2019

Cerita Misteri Ritual Pesugihan Burung Gagak

catatan-kita.com - Cerita misteri Ritual pesugihan burung gagak - Pesugihan dapat diartikan sebagai suatu cara mendapatkan kekayaan secara instan tanpa harus bekerja keras layaknya orang bekerja pada umumnya. Pada prosesnya suatu pesugihan merupakan suatu kerjasama antara manusia sebagai pelaku pesugihan dengan makhluk gaib atau jin yang dipercaya memberikan kekayaan kepada manusia.


Burung gagak (foto : gadis.co.id)

Dalam prosesnya tersebut sebenarnya pesugihan tidaklah gratis. Namun ada "harga" yang harus dibayar oleh manusia, baik itu berupa benda yang harus dibeli sebagai syarat ritual proses pesugihan maupun nyawa sebagai bentuk pembayaran kepada makhluk gaib (dibaca tumbal).

Banyak sekali jenis jenis pesugihan yang dikenal masyarakat, beberapa ada yang harus melakukan ritual terlebih dahulu ada pula yang tidak. Tergantung dukun yang membimbing proses pesugihan maupun makhluk halusnya. Salah satu kisah pesugihan yang cukup terkenal di wilayah Jawa adalah pesugihan burung gagak.

Cerita misteri pesugihan burung gagak adalah suatu proses mendatangkan uang dari makhluk gaib secara instan. Prosesnya sendiri yakni terbilang tidak terlalu ribet dan tanpa harus mengorbankan nyawa. Hanya saja butuh keberanian untuk melakukan pesugian ini. Pesugihan ini dilakukan dengan cara berjualan sate burung gagaknyang dilakukan di malam hari ditempat yang sekiranya angker. Ada suatu kisah atau cerita yang tersebar di kalangan masyarakat mengenai pesugihan burung gagak ini, berikut ceritnya lengkapnya.

Dikisahkan ada seorang laki laki sebut saja namanya Maman, nasib Maman terbilang kurang baik dan sangat jauh dari kata mapan. Pernah mencoba berbagai macam usaha dan bekerja dimana mana, namun bukannya kesejahteraan yang dia dapatkan melainkan tumpukkan hutang dimana mana. Suatu hari Maman sedang duduk di warung dekat rumahnya, tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Maman. Dan tak lama seorang pria berbaju rapi, wangi dan elegant turun dan menyapa Maman.

Saat itu Maman kaget dan tidak mengenal pria tersebut, namun ternyata pria tersebut adalah teman lama Maman sewaktu ketika masih sekolah. Pria tersehut bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya sampai bisa memiliki kekayaan seperti sekarang. Begitupun dengan Maman, dia juga bercerita tentang keluh kesah hidupnya. Dan kesimpulannya teman Maman tersebut mendapat kekayaan lewat pesugihan burung gagak yang ia dapatkan dari seorang paranormal di daerah Jawa Tengah.

Maka dengan berbinar binar dan tanpa pikir panjang Maman pun tertarik sampai akhirnya Maman diberitahu oleh temannya tersebut untuk datang ke seorang paranormal di Jawa Tengah tersebut. Singkat cerita Maman sudah memantapkan hatinya untuk datang ke Jawa Tengah, bermodal uang pinjaman dari keluarganya, Maman nekad pergi ke tempat paranormal tersebut dengan harapan bisa merubah nasib seperi teman sekolahnya itu.

Setelah beberapa jam perjalanan Maman tiba dikediaman paranormal tersebut, sebut saja namanya Ki Bewok. Maman pun memaparkan niat dan tujuan kedatangannya, Ki Bewok pun sudah faham maksud kedatangan Maman dan tanpa bicara panjang lebar Ki Bewok menyarankan Maman mencari burung gagak. Setelah beberapa lama akhirnya Maman mendapatkam burung gagak tersebut. Dan seketika Ki Bewok langsung menyuruh Maman menyembelih burung gagaknya.

Mamah pun diperintahkan Ki Bewok untuk memotong motong daging burung gagak menjadi ukuran kecil. Lalu Ki Bewok bertanya kepada Maman, berapa uang yang dibutuhkan oleh Maman. Maman pun menjawab 10 Milliar Ki. Maka Ki Bewok menyuruh Maman membuat 10 tusuk sate dari daging burung gagak. Walaupun belum mengerti Maman menurut saja apa yang diperintahkan Ki Bewok.

Malam itu juga Maman diajak Ki Bewok ke hutan yang terkenal angker. Saat itu Mamam baru diberi tahu oleh Ki Bewok bahwa maksud dan tujuan Maman membuat 10 tusuk sate gagak adalah Maman disuruh berjualan sate gagak ditengah hutan dan nanti yang membeli nya adalah golongan jin yang ada disekitar hutan. Ki Bewok pun berpesan jika ada yang menghampiri Maman segera sodorkan sate gagaknya dan Maman harus menunjukkan contoh uang bangsa manusia serta sebutkan jumlahnya. Maman pun hanya mengiyakan dan setelah itu Ki Bewok pergi menjauh supaya riyual berjualan sate gagak berjalan lancar.

Waktu menunjukkan pukul 23.45 namun belum ada tanda tanda yang aneh disekitar Maman. Maman pun mulai menyiapkan bara api untuk membakar sate gagaknya. Maman juga berteriak menawarkan sate gagak. Selang beberapa menit samar samar Maman melihat ada sesosok bayangan hitam dari kejauhan. Lama kelamaan bayangan tersebut mendekat, hati maman takut dan bergetar, namun karena sudah kepalang maka maman pun terpaksa dengan sekuat hatinya meneruskan ritual tersebut. Hingga akhirnya sosok bayangan terebut hanya berjarak 2 meter saja dari tempat Maman. Namun ketika mendekat lagi, tiba tiba bayangan tersebut berteriak dan pergi meninggalkan Maman.

Maman heran dan merasa aneh, harusnya yang lari dan berteriak adalah dirinya, tapi kenapa makhluk tersebut malah seperti ketakutan ketika berada lebih dekat dengab Maman. Tak gentar sekalipun, Maman meneruskan lagi ritualnya, kali ini tiba tiba Maman dikejutkan dengan sosok tinggi besar seperti gorila dan mendekat ke tempat Maman. Seketika Maman akan menyodorkan sate gagaknya walaupun dengan keadaan bergetar ketakutan. Namun hal yang sama terjadi lagi, makhlul tersebut terpental jauh dan seperti kesakitan.

Sekali lagi Maman heran dan bingung, apa yang terjadi sebenarnya. Dengan penuh harap Maman tidak menyerah dan tetap meneruskan ritualnya. Tidak lama kemudian, kini ada suara suara aneh terdengar, sepintas terdengar langlah suara hentakkan kuda dan tiba tiba sesekor kuda berdiri dihadapan maman dan hanya berjarak 5 meter saja. Diatas kuda tersebut duduk sesosok makhluk tinggi besar hitam dan yang lebih membuat Maman ketakutan adalah ketika maman melihat ke atas ke arah muka makhluk tersebut. Makhluk tersebut bermuka seperti banteng dengan tubuh bagian bawah seperi manusia namun berbulu.

Namun ternyata hal yang sama pun terjadi lagi, ketika makhluk itu mencoba mendekati maman, seketika makhluk tersebut lenyap bagaikan asap yang ditiup angin. Maman terlihat bingung antara takut dan kecewa, karena dari tadi belum satu tusuk sate pun terjual. Maman tampak gelisah dan akhirnya memutuskan untuk menyusul Ki Bewok keluar hutan. Sesampainya di tempat Ki Bewok, Maman pun menceritakan semua kejadian yang dia alami. Ki Bewok pun tampak bingung, karena merasa baru kali ini ritual pesigihan burung gagak nya gagal dan tidak menghasilkan.

Setelah itu Ki Bewok mulai bertanya secara detail apa saja yang dilakukan Maman. Maman bercerita bahwa ada 3 makhkuk halus menghampirinya, namun ketika jarak mereka hanya 2 meter dari tempat Maman mereka semua terpental dan hilang begitu saja. Dan Ki Bewok pun menanyakan, apakah Maman mempunyai ajian atau jimat tertentu, maman pu  menjawab tidak, namun Maman menjelaskan bahwa ketika makhluk halis tersebut mendekat, Maman selalu berdzikir dan membaca doa serta surat surat dalam alquran yang dirasa hafal menurut Maman.

Setelah Maman bercerira demikian Ki Bewok pun baru mengerti dan menjelaskan kepada Maman bahwa jika Maman berdoa kepada Tuhan dan membaca ayat ayat Alquran ritual tersebut tidak akan berhasil karena makhkuk halus yang akan membeli sate gagaj dari Maman akan ketakutan dan merasa disakiti. Maman pun akhirnya mengerti dan seketika menangis. Ki Bewok pun bertanya apakah Maman akan melanjutkan ritualnya atau tidak.

Maman pun seketika menjawab Tidak! Maman merasa kapok dan menangis ketakutan, Maman sadar apa yang dilakukannya adalah kesalahan besar. Ki Bewok pun akhirnya membawa Maman pulang kerumahnya. Ki Bewok kemudian mewanti wanti bahwa perbuatan kamu tadi menandakan kamu masih memiliki iman yang cukup kuat.

Itulah sepenggal kisah tentang cerita misteri pesugihan burung gagak. Maman akhirnya menyadari bahwa dosa sirik itu dosa besar. Terlepas benar tidaknya cerita tersebut, sebagai umat muslim sebaiknya tidak mengikuti cara cara yang demikian.



No comments:

Post a Comment