; Catatan Kita: Kisah Hidup Seorang Wiraniaga

Saturday, April 20, 2019

Kisah Hidup Seorang Wiraniaga

Kisah hidup seorang wiraniaga - Tidak banyak yang tahu, tidak banyak yang peduli. Tidak banyak yang mengenal dan bahkan tidak ingin mengenal. Terkadang arti dari wiraniaga itu sendiri tidak banyak orang tahu, ya tepat sekali wiraniaga adalah istilah yang dikenal banyak orang sebagai sales.




Wiraniaga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang melakukan penjualan barang secara langsung kepada konsumen. Terkadang banyak orang menganggap orang yang menjual barang atau produk secara langsung kepada konsumen disebut juga sebagai sales. Namun jika dilihat dari arti atau Kamus Bahasa Indonesia sales mempunyai arti lain, sales merupakan kata turunan berasal dari bahasa Inggris yang artinya menjual atau penjualan.

Sales merupakan sebuah aktifitas atau bisnis menjual produk atau jasa, dalam proses penjualan pemilik atau penjual barang dan jasa memberikan kepemilikan suatu komoditas kepada pembeli untuk suatu harga tertentu. Jelas beda bukan makna dari sales dan wiraniaga, kesimpulannya adalah wiraniaga adalah orang yang melakukan aktifitas penjualan, sedangkan sales adalah aktifitas penjualan itu sendiri.

Kembali ke topik cerita, kisah hidup seorang wiraniaga ini adalah sebuah pengalaman hidup nyata dari salah seorang wiraniaga yang menceritakan suka duka menjadi seorang wiraniaga. Beruntung catatan-kita.com bisa mengenal seorang wiraniaga dari sebuah perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia, seorang berinisial A.I dengan rela menceritakan kisah hidup nya sebagai seorang wiraniaga, atau yang biasa disebut sales.

Menjadi seorang wiraniaga atau yang familiar disebut sales bukan merupakan pilihan utama bagi AI, pria berumur 29 tahun asal Cianjur Jawa Barat. Dirinya merupakan seorang sarjana ekonomi lulusan salah satu sekolah tinggi swasta di kota Bandung. Mengawali kuliah di jurusan Teknik Informatika di Cianjur, AI awalnya ingin menjadi seorang tenaga ahli dibidang IT. Namun karena terkendala biaya belum genap menginjak 3 semester kuliah di jurusan Informatika, AI memilih tidak melanjutkan kuliahnya.

Saat itu pada tahun 2009, AI memilih meninggalkan jas almamaternya begitu saja. Bekerja adalah pilihan yang paling baik saat itu, tidak ada pilihan lain selain bekerja. Dan tujuan utamanya saat itu adalah Ibu Kota Jakarta. Itulah awal mula AI merantau meninggalkan kota kelahirannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Saat itu AI diajak bekerja oleh salah satu saudaranya di Jakarta, AI bekerja di perusahaan Cargo atau pengiriman barang. Tidak memikirkan dapat jabatan atau posisi apa saat itu AI tetap nekad merantau ke Jakarta, dalam pikirannya AI hanya berharap bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk menutupi kebutuhan dirinya dan keluarganya.



Bersambung...




No comments:

Post a Comment