; Catatan Kita: Cara Mendidik dan Memperlakukan Anak Menurut Ajaran Islam

Wednesday, June 12, 2019

Cara Mendidik dan Memperlakukan Anak Menurut Ajaran Islam

catatan kita - Cara mendidik dan memperlakukan anak menurut  Ajaran Islam. Oleh Ustad Khalid Bassalamah. Mendidik anak adakah suatu kewajiban kita sebagai orang tua, benar dan salahnya anak sebagian besar adalah cerminan kita. Maka sangat disarankan untuk bijak dalam mendidik dan memperlakukan anak dari mulai bayi hingga dewasa, cara memperlakukan anak menurut Agama Islam tentunya memiliki nilai nilai yang bermanfaat.


Ilustrasi ( foto : sekolahdasar.net )

Memperlakukan anak menurut Agama Islam tentunua didasari dari perilaku Nabi Muhammad SAW. Dimana beliau sangat patut untuk dicontoh dalam hal apapun dalam kehidupan sehari hari. Selain memberikan tauladan tentunya sebagai umat muslim kita sepatutnya mencontoh perilaku beliau dan menjadikannya amalan yang rutin dilakukan sehari hari untuk mendapatkan pahala sunah.

Tidak terkecuali perilaku atau kebiasaan Beliau dalam cara memperlakukan dan mendidik anak yang seharusnya patut kita ikuti. Dalam islam ada beberapa tahapan bagaimana cara kita memperlakukan anak dan mendidik anak. Supaya kelak anak kita mengerti mana yang benar dan mana salah, serta tidak terbawa atau mengkitu perilaku yang salah baik itu dari internal maupun external lingkungan keluarga.

Inilah cara memperlakukan dan mendidik anak menurut ajaran Agama Islam.

1. Didiklah anak dengan cara yang baik dan sabar, dan ajarkanlah anak mengenai Tauhid sejak dini. Hal ini dilakukan agar anak mengenal dan mencintai Alloh SWT. Serta mengajarkan anak agar tidak berbuat syirik atau mempersekutukan Alloh. Sebagai mana nasihat Luqman dalam Quran Surat Luqman ayat 13.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
" Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ' Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Alloh, sesungguhnya mempersekutukan ( Alloh) adalah benar benar kezhaliman yang besar.'" (Luqman : 13)

Reff : https://almanhaj.or.id/1048-kewajiban-mendidik-anak.html

2. Perlakukan dan didiklah anak menurut tingkatan usia, maksudnya ada beberapa tahapan apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua dan apa yang tidak boleh kita lakukan pada saat anak menginjak usia usia tertentu.

Pada saat usia anak 0 sampai dengan 7 tahun, maka perlakukanlah anak sebagai raja atau ratu. Maksudnya adalah, pada saat usia balita atau maksimal sampai dengan umur 7 tahun, perlakukan anak sebaik mungkin dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Sejatinya pada saat memasuki fase balita anak sangat memerlukan kasih sayang kita sebagai orang tua. Hindari berkata kasar atau bersikap kasar pada saat anak berada pada fase tersebut. Namun pada saat fase tersebut sangat disanrankan juga kita mengajarkan amalan amalan ibadah wajib kita sebagai umat muslim.


Berikan kasih sayang penuh dan perlakukan anak sebagai raja yang harus kita layani dan kasihi dengan sepenuh hati. Dengan begitu rasa bahagia akan selalu dirasakan oleh anak kita dan secara tidak langsung si anak juga akan meniru perilaku kita yang penuh kasih sayang. Serta membantu dalam hal tumbuh kembang anak yang selalu merasakan kebahagiaan dari orangtua. Bahagia disini tidak serta merta dilakukan dengan materi yang berlebihan atau memberikan segala sesuatu yang diinginkan anak yang tidak memberikan dampak baik bagi dirinya.

Pada tahap selanjutnya, yakni ketika anak menginjak usia 7 sampai dengan 14 tahun perlakukan anak dengan tegas. Tegas disini dalam artian kita sudah benar benar mendidik anak untuk melakukan kewajiban sebagai umat musim yakni beribadah Solat. Secara bertahap juga ajarkan anak berpuasa walaupun hanya setengah hari saja. Jika sudah menginjaknusia 10 tahun anak tidak mau solat, maka berikan teguran yang agak keras supaya si anak mengerti dan mau menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Akan tetapi dengan cara yang tidak berlebihan karena dikhawatirkan akan mempengaruhi psikologis anak.

Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallaahu 'alahi wa sallam :

مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.

" Suruhlah anakkmu solat saat berumur 7 tahun, dan jika saat berumur 10 tahun meninggalkan Solat maka pukulah Dia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya. ( antara anak lki laki dan anak perempuan )."

Reff : https://almanhaj.or.id/1048-kewajiban-mendidik-anak.html

Pada tahapan selanjutnya, bagaimana cara memperlakukan anak menurut ajaran Agama Islam adalah, jika anak sudah menginjak usia 14 sampai dengan 21 tahun maka perlakukanlah anakmu sebagai sahabat. Ajaklah Ia berdiskusi, musyawarah dalam hal mengambil keputusan keputusan keluarga. Dan berikan contoh perilaku perilaku bijak kepada anak agar kelak anak kita bisa memimpin keluarga ketika Ia sudah menikah.

Dengan begitu si anak akan merasa dirinya dihargai sebagai anggota keluarga yang suara nya atau pendapatnya selalu dibutuhkan dalam hal mengambil keputusan rumah tangga. Dan tentunya ia akan belajar bermusyawarah dan memimpin keluarga ( untuk anak laki laki ) dan bila ia anak perempuan maka ia akan belajar bagaimana menjadi seorang istri sekaligus ibu bila kelak ia menikah.

Dan pada tahap terakhir yakni pada saat anak menginjak umur 21 tahun, maka berilah ia kebebasan dengan tidak mengurangi pengawasan dan selalu mengingatkan hal hal yang baik dan hal hal yang tidak boleh dilakukan. Dalam fase ini anak sudah disebut dewasa dan diharapkan anak sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Itulah tahapan cara memperlakukan dan mendidik anak menurut ajaran Agama Islam dan sunah Nabi Muhammad SAW. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi amalan untuk kita semua.

No comments:

Post a Comment